dewasa disini

Diposkan oleh dewasa masa kini on Jumat, 17 Februari 2012

Semoga disini aku dapat menjadi orang yang dewasa
disini aku mempelajari segala sesuatu yang tidak aku tau dan disini juga aku menyukai seseorang
tapi aku tidak mengharapkan dia untuk menyukaiku juga
Menyukai bukan berarti aku ingin mendapatkannya
Aku hanya ingin terus melihatnya mendengar suaranya
Dia adalah seorang bos yang sangat aku kagumi,dia tidak dewasa tapi dia kekanak-kanakan
Dia seorang pria yang mempunyai 3 orang anak,dia seorang penyayang
disini aku sudah bersikap dewasa
PIKIRKANLAH APA YANG MEMBUAT AKU SUDAH MENJADI DEWASA !
More aboutdewasa disini

Sepasang Mata Untuk Sahabat

Diposkan oleh dewasa masa kini on Minggu, 01 Januari 2012

“Persahabatan bukan hanya sekedar kata, yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna, tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, yang ditoreh diatas dua hati, ditulis dengan tinta kasih sayang dan suatu saat akan dihapus dengan tetesan darah dan mungkin nyawa”



“Key…sini dech cepetan, aku ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore. “Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tahu aku gak bisa melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.

Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, meskipun lahir dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menjalani bahtera hidup tak pernah padam. Lahir dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak bisa melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya bisa melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.

Duduk di bangku kelas XII di sebuah sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen meraih peringkat dikelas, bahkan guru-gurunya termotivasi dengan sifat pantang menyerah Key. Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra kelihatan sempurna.

Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di rumah Key. Dia berbincang-bincang dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis. “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar semua orang tahu bakat kamu”, kata Nayra membuka pembicaraan. “Hah”, Key mendesah pelan lalu mulai bicara, “Seandainya aku bisa Nay, pasti sudah aku lakukan, tapi apa daya, aku ini tidak sempurna, seandainya aku mendapat donor kornea, dan aku bisa melihat, mungkin aku bahagia dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya dengan kepedihan.

“Suatu hari nanti Tuhan akan memberikan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya. Berbeda secara fisik, tidak pernah menjadi halangan di dalam jalinan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, karena sekolah mereka berdua kan berbeda. Sedang asik-asiknya dua sahabat ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh, “aduuh, kepala ku”

“Kamu kenapa Nay, sakit??” tanya Keynaya. “Oh, tidak aku tidak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum. “Minum obat ya Nay, aku tidak mau kamu kenapa-napa, nada bicara Key terdengar begitu khawatir. “aku ijin pulang dulu ya Key, mau minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang.

Di kamarnya yang terkesan sangat elegan, nuansa coklat mendominasi di setiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya, “Ya Tuhan, berapa lama lagi usiaku di dunia ini?? Berapa lama lagi malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra. Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan lalu dan tidak akan berumur lama lagi sungguh menyakitkan bagi Nayra, usianya yang baru 18 tahun, dengan segudang cita-cita yang dia inginkan, sudah pasti tak satupun akan terwujud.

Pintu kamar Nayra tiba-tiba terbuka, seorang wanita cantik paruh baya masuk lalu duduk disampingnya. “Gimana rasanya sayang? Masih tidak enak?? Kita ke dokter sekarang yuk!!!” ujar wanita itu dengan lembutnya. “tidak usah, ma, aku sudah enakan kok, aku cuma mau beristirahat saja”, jawab Nayra dengan sopan. “ya sudah kalau begitu, mama tinggal dulu ya, istirahat ya, Nak,” ujar sang mama sambil mencium kening putri semata wayangnya. “Makasih ma, aku selalu sayang mama,” lirih Nayra berujar. Terus terang Nayra sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, tapi dia berusaha menyembunyikan itu dari orang tuanya.

Di ruang keluarga, ibu Rita, duduk sambil menemani sang suami sepulangnya dari kantor, “Ma, Nayra kemana?? Kok papa tidak melihatnya dari tadi?” tanya sang suami. “Nayra lagi istirahat pa, dia pusing dan mengeluh sakit dari tadi”, jawab Rita. “Sakit apa sebenarnya anak kita ma?? Kalau kita ajak ke dokter dia selalu menolak, papa rasa ada yang dia sembunyikan dari kita, aku takut penyakitnya parah,” dengan nada khawatir pak Artawan bicara dengan istrinya. “entahlah pa, mama juga bingung” ujar istrinya lagi.

Ternyata sakit yang dirasakan Nayra sore itu adalah pertanda dia akan segera di panggil menghadap Tuhan, saat minta ijin untuk istirahat pada mamanya, kesehatan Nayra benar-benar drop, dengan panik kedua orang tua Nayra melarikan putrinya ke rumah sakit, setelah mendapat penanganan oleh tim dokter, Nayra sedikit terlihat tenang, namun mukanya terlihat pucat, sinar matanya terlihat begitu redup. “Pak Artawan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya”, kata dokter Gunawan, yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Artawan. “Baiklah dok, “ sambut pa Artawan.

Setelah pak Artawan dan ibu Rita duduk di ruangan dokter Gunawan, mereka akhirnya mulai bicara, “Maafkan saya sebelumnya pak, sebenarnya saya sudah tahu penyakit yang diderita putri bapak sejak 7 bulan lalu, tapi karena putri bapak menyuruh saya merahasiakan penyakitnya kepada bapak dan ibu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Putri bapak terkena leukimia,” ujar dokter Gunawan lirih.

Cukup lirih memang kata-kata dokter Gunawan, tapi mampu membuat jantung pak Artawan dan istrinya berdetak lebih cepat dari biasanya, “Apa?? Leukemia? Separah apa dok??” keras nada suara pak Artawan. “sudah parah pak, umur Nayra tidak akan lama” sambung dokter kembali.

Setelah berbicara lama dengan dokter, air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Rita. Dia begitu terpukul mendengar putrinya menderita penyakit itu. “udah, ma, jangan nangis terus, pengobatan Nayra akan diusahakan, kita akan mengusahakan kesembuhannya, lebih baik kita berdoa, semoga Tuhan memberikan jalan terbaik buat keluarga kita”, hibur pak Artawan. “mari kita tengok Nayra!!” ajaknya lagi.

Memasuki ruangan perawatan, ibu Rita berusaha menyembunyikan air matanya, dia tersenyum penuh kepedihan di samping ranjang putrinya, “Mama, kenapa? Kok sedih begitu?” ujar Nayra lirih. “tidak apa-apa sayang”, berbisik ibu Rita tak kuasa menahan air matanya. “Maafkan Nayra, Ma, Pa, Nayra tak bermaksud membuat Mama dan Papa terluka seperti ini, Nayra hanya tak ingin menyusahkan kalian” Nayra berkata dengan terbata-bata.

Belum ada beberapa menit pak Artawan dan ibu Rita di kamar putrinya, tiba-tiba Nayra kejang-kejang. Dengan panik pak Artawan memanggil dokter Gunawan. Dokter Gunawan menangani Nayra lumayan lama, hingga akhirnya dokter Gunawan keluar, muka beliau kelihatan sangat sedih. “Bagaimana anak saya, dok?” tanya pak Artawan.

“Maaf pak, kami disini sudah berusaha yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain, Nayra sudah dipanggil menghadapNya” ucap dokter. “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk”, teriak ibu Rita isteris, “Nayra tidak mungkin meninggal, Nayra masih hidup,” seluruh pengunjung rumah sakit menoleh ke arah mereka. “Pak, sebelum meninggal, Nayra menitipkan ini ke saya, ini buat bapak dan ibu” imbuh dokter Gunawan sebelum mohon diri.

Sepeninggal Dokter Gunawan, pak Artawan dan istrinya membuka amplop kecil dari Nayra, isinya ternyata surat.

“Mama, papa, maafin Nayra sudah membuat mama dan papa jadi sedih, Nayra mohon sama mama dan papa, setelah Nayra meninggal, tolong berikan kornea mata Nay untuk Keynaya, tapi jangan bilang itu dari Nayra sebelum Keynaya benar-benar operasi dan bisa melihat lagi, dan satu lagi, mama tolong kasih Keynaya surat yang Nayra simpan di laci meja belajar Nayra yang amplopnya berwarna pink setelah Keynaya melihat nanti, dan surat buat mama dan papa ada di dalam amplop biru di laci yang sama. Sekian dulu Mama, papa, maaf kalau Nayra selalu ngerepotin kalian, Nayra sayang kalian, big kis & hug..muacch”

Nayra Amrita

Selain sepucuk surat itu, ada lagi sebuah surat pernyataan pendonoran kornea mata yang telah lengkap dengan tanda tangan Nayra. Hati orang tua Nayra tersayat, tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memenuhi permintaan terakhir sang anak.

Sementara itu, di rumah Keynaya, tampak gadis cantik itu tengah duduk seorang diri di teras rumahnya. Wajahnya tampak sedikit murung, “kemana si Nayra, sudah lebih dari 5 hari dia tidak main ke sini, apa dia baik-baik saja?” gumamnya.

“Ma, Nayra pernah kesini gak dalam beberapa hari ini?” tanya Keynaya ke pada mamanya.
“Tidak ada, Key, memang kenapa?” tanya sang mama.
“Gak apa-apa ma, aku ke rumah Nayra sebentar ya!!” Key meminta ijin ke mamanya.

Tapi diluar dugaan, mama Keynaya melarangnya pergi. “Jangan Key, kita harus ke rumah sakit sekarang juga, tadi mama ditelepon sama pihak rumah sakit, katanya ada yang menyumbangkan korneanya khusus untuk kamu,” dengan tutur kata yang lembut mamanya menjelaskan. “Yang bener, Ma? Key sudah dapat donor kornea?? Asik-asik, Key akan segera bisa melihat wajah Nayra, Key bisa segera menggelar pameran lukisan,” ucap Key berapi-api.

“Iya nak” jawab mamanya penuh kepedihan. “seandainya kamu tahu sayang, Nayra tak mungkin ada disamping kamu lagi, Nayra sudah tenang dialam sana, dan seandainya kamu tahu siapa orang yang mendonorkan korneanya untuk kamu” kata ibu Rasti dalam hati.

Waktu berjalan begitu cepat, operasi cangkok kornea sudah dilaksanakan dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Keynaya, perban di matanya akan di buka, tim dokter beserta kedua orang tua Key sudah ada di ruangan Key. Sebelum perbannya di buka, Keynaya berujar, “Ma, Pa, Nayra sudah datang?? Ku ingin sekali ada Nayra di sini pas aku bisa melihat” “belum sayang, Nayra masih diluar kota” pedih rasanya hati ibu Rasti saat berujar.

Perban akhirnya di buka, samar-samar penglihatan Keynaya mulai melihat warna, melihat sosok kedua orang tuanya, dia tersenyum, semakin lama semakin jelas, “Mama, papa aku bisa melihat kalian,” gembira sekali suara Keynaya.

Sudah 1 minggu semenjak Keynaya bisa melihat, hari ini dia memaksa ibunya agar diperbolehkan melihat Nayra, mengujungi Nayra, “Kata mama Nayra sudah ada di rumah, berarti Key boleh main donk Ma, Key pingin ngajak Nayra jalan-jalan buat merayakan kesembuhan Key,” “Iya, nak, mama sama papa temenin kamu ya!!”

Berbeda beberapa rumah antara Nayra dan Keynaya merupakan hal yang membahagiakan, tidak perlu capek-capek bermacet-macet ria di jalanan untuk mengunjunginya. Sesampai di rumah Nayra mereka disambut ramah oleh keluarga Nayra yang kebetulan lagi ada di rumah.

“Selamat sore tante Rita’” sapa Keynaya dengan senyum sumringah. Setelah di persilahkan duduk dan menikmati hidangan ala kadarnya, Keynaya menanyakan keberadaan sahabat karibnya, “mana Nayranya tante?? Kok tidak kelihatan ada di rumah?”

“Nayranya…Nayra..Nayra” dengan terbata-bata ibu Rita menjawab.
“Nayra kenapa tante, kemana?? Nayra tidak apa-apa kan?” bertubi-tubi Keynaya bertanya.

Ibu Rita tak kuasa menjawab, beliau meninggalkan tamunya di ruang tamu dan berlari naik ke kamar Nayra, mengambil sepucuk surat yang dititipkan Nayra untuk Keynaya. Ibu Rita kembali ke ruang tamu dengan sepucuk surat di tangan, “ini dari Nayra untuk kamu” ujarnya berlinang air mata kepada Keynaya.

Dengan tangan gemetar Keynaya membuka amplop berwarna pink yang cantik itu, ada pita pink juga di sudut amplonya.

Dear Keynaya
“Keynaya sayang, sahabatku yang paling baik, apa kabar hari ini?? Baik-baik sajakah?? Sehat-sehat?? Semoga sehat ya!! Key, saat kau membaca surat dari aku ini, mungkin aku sudah tak ada lagi di dunia ini, tak ada di samping kamu, tak bisa menemani kamu bermain, bercanda dan tertawa, maafkan aku ya Key.

Key sayang, sebenarnya aku ingin sekali cerita ke kamu tentang penyakitku, tapi aku takut membuat kamu kepikiran terus, takut buat kamu gelisah. Sebenarnya aku terkena penyakit leukemia, Key dan umurku tidak akan lama lagi.

Key sayang, meskipun aku telah pergi dari sisi kamu, tapi rasa sayang aku ke kamu tak akan pernah berubah, kamu sahabat terbaik di hidupku, kamu tempatku berkeluh kesah, tempatku menumpahkan suka dan duka. Key, ku tahu saat kau membaca ini, kau sudah bisa melihat indahnya dunia, sengaja ku berikan mataku untuk kamu Key, hanya itu yang bisa aku berikan, jaga mata itu seperti kau menjaga persahabatan kita.

Segitu dulu Key, maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu, terima kasih karena sudah memberikan aku arti selama hidup di dunia. Sampai ketemu suatu saat nanti Key, aku sayang kamu sahabatku.

Kiss and big hug my lovely friend, my best friend in my life….muaaachh…

Dariku yang selalu menyayangimu
Nayra Amrita

Air mata mengalir deras di pipi Keynaya, “ini tidak mungkin” katanya lirih. Dia menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar tak percaya, sahabatnya sudah kembali ke pangkuan Tuhan, Keynaya menatap selembar foto yang juga ada di dalam amplop surat tadi, foto Nayra tersenyum manis ke arahnya, mata Nayra yang teduh, sekarang ada padanya. Keynaya meminta agar kedua orang tua Nayra mengantarnya ke kuburan.

Lumayan jauh dari rumah Nayra, kaki Keynaya lemah, tapi dia berusaha mengikuti langkah kaki orang tuanya dan orang tua Nayra ke sebuah makan yang begitu tertata rapi, taburan bunga masih segar, tanah pekuburannya juga masih basah.

Sebuah Nisan yang begitu cantik dihadapan Keynaya, membuatnya semakin terluka, jelas tersurat di batu nisan berwarna putih itu nama sahabat karibnya

“Nayra Amrita Artawan”
Lahir 8 Januari 1994
Wafat 14 April 2011
Berjongkok Keynaya membelai nisan itu, gerimis turun membasahi nisan, semakin lama semakin deras, sederas airmata yang jatuh di pipi Keynaya, “kenapa secepat ini kau tinggalkan aku, Nay?? Tega kamu?? Meninggalkan aku seorang diri disini.” Nayra, terima kasih sayang, kau telah memberikan aku sepasang mata untuk melihat dunia ini, terima kasih karena telah mengajariku tentang ketulusan sebuah persahabatan, terima kasih atas senyum termanis yang pernah kau hadirkan di hidupku” ucap Keynaya sambil terisak lirih di atas nisan.

Tangan lembut ibu Rasti terulur ke arah putrinya, “Bangun Key, sudah, ikhlaskan saja Nayra, dia sudah tenang di sana, dia sudah berada di pangkuan Tuhan, yang harus kamu tahu, Nayra tak pernah ingin kamu cengeng, kamu harus tetap semangat menjalani hidup kamu,” bimbing ibu Rasti. “iya ma, terima kasih, aku hanya sedih saja, tapi aku janji tidak akan cengeng lagi setelah hari ini”, kata keynaya.
More aboutSepasang Mata Untuk Sahabat

Sahabat, Beri tahu Aku, Apa Artinya Dewasa?

Diposkan oleh dewasa masa kini

Ini adalah kata-kata dari Bung Ketua sebuah Karang Taruna,
“Dalam Islam dewasa adalah mukallaf yaitu orang yang sudah akil baligh. Tapi secara psikologis dewasa adalah tanggung jawab.”
(0219211xxxx)

Kalau digabungkan, harusnya orang yang sudah aqil baligh memiliki tanggung jawab semua. Ya nggak? Berikutnya dari partner aku yang paling baik,
“Shahabiyah aku pun tak terlalu tahu apa itu dewasa. Namun, subjektifku menyatakan, bahwa yang mampu memadukan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya”
(0219863xxxx)

Memadukan 3 potensi manusia. Untuk apa ya,, untuk menjadi manusia seutuhnya kali yaa.. Nah, kalau yang ini adalah kata-kata seorang akhwat shalihah dari MIPA,
“Mmm.. Bagiku dewasa adalah paham peran dan memerankannya dengan baik”
(0219108xxxx)

Peran. Karna tiap-tiap kita memiliki lebih dari sebuah peran. Mainkan itu sebaik-baiknya. Penuh totalitas. Kalau menurut anak Hukum,
“Dewasa itu artinya sudah cakap dalam melakukan perbuatan hukum =) maksudnya sudah cukup umur, mampu membedakan mana yang benar/baik&salah/tidak baik, tidak berada di bawah pengampuan dan mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.”
(0219217xxxx)

Subhanallah, ada teorinya… Sekarang mari kita simak kata-kata seorang akhwat tangguh yang jadi garda depan dalam memperjuangkan nasib ribuan maba 2008,
“Ketika kita bisa memposisikan diri sesuai dengan kondisinya. Dapat berpikir dengan matang dan dapat me-manage emosi.”
(0219475xxxx)

Ini dia. Manajemen emosi. Anda sudah? Saya masih ble’e nih…
Naaahh,, kalau yang ini, dalam tulisan ini, ia usianya paling muda. Lebih muda dari-ku. Tapi,, baca deh, 
Dewasa itu…
Matang dalam merasa
Cerdas dalam berpikir
Teguh dalam bersikap

Dewasa itu…
Saat kita mampu menangguk hikmah
dalam kondisi berkesukaran serta menjauh dari keluh kesah…

Dewasa itu…
Ibarat pejalan kaki,
Ketika ia jatuh terperosok maka dengan bersegera bangkit berdiri,
 tidak menangis meratapi luka yang menganga,
Melainkan mencari penyembuhnya

Dewasa itu,
Kala seseorang dilimpahkan ujian,
 lalu bertambah-tambahlah keyakinannya
akan pertolongan Sang Robbul Izzati…

Silahkan pilih versi mana yang kakakku suka!
Karena…
Dewasa itu…
Ketika kita mampu memilih
tanpa melibatkan siapapun selain diri sendiri…
Wallahu a’lam
(081539272xxx)

Memaksaku untuk kembali bercermin… Dan pada akhirnya memilih. Salah satunya kah, atau semuanya? Itu juga pilihan.

And now, it’s time to my lovely “teacher of life,
Menurut ana dewasa tu kalo kita benar2 memahami hakikat kita sebagai makhliq Allah, dari sini semua berawal. Kita akan punya pandangan yang jauh, memapu menempatkan sesuatu pada tempatnya, bisa melihat sesuatu dari segala sisi. So, dewasa tu bukan masalah umur tapi masalah iman. Makanya sahabat/sahabiyah pada muda tapi sudah dewasa, mereka tidak pernah ikut training kepribadian kan? Tapi ke-IMANan kepada Allah dan Rasul-Nya yang bikin dewasa
(081908846xxx)
Hiks, hiks,, sangat fundamental. Menyentuh sisi terdalam kalbuku..

Kalau disimpulkan menurut orang-orang hebat ini, dewasa itu mencakup sangat banyak aspek. Karena menjadi dewasa itu tidak mudah. Orang sering bilang, “tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
(padahal sih nggak juga, kalau umurnya ga sampai tua?? J hehe..)

Nah, bagaimana menurut anda, mau memilih salah satunya, memilih semuanya, tidak setuju, atau ingin menambahkan??
Dengan hormat saya persilahkan…
Karena setiap masukan dari anda sangatlah berarti 
More aboutSahabat, Beri tahu Aku, Apa Artinya Dewasa?

Apa pantas disebut dewasa?

Diposkan oleh dewasa masa kini

Suka aneh deh sama yang suka marah-marah secara emosional banget lewat social media. Marah-marah secara frontal lewat social media (facebook, twitter, dll) itu ga bikin kamu keliatan keren. Ga bikin kamu terlihat seperti orang yang ga punya salah. Mungkin bikin sedikit lega karena unek-uneknya dikeluarin, tapi dampaknya pun luar biasa. Mending sebelumnya dipikir dulu baik-baik sebelum nulis status, apa bener emang kita ga salah sama sekali? Kalaupun emang lagi kesel, ga harus semua orang di dunia ini juga tau kan apa isi hati kamu. Ga perlu tau juga apa yang bikin kamu kesel ato marah dan siapa yang bikin kamu emosi. Kalo kamu ngungkap semuanya ke publik, itu sama aja kamu ngebuka aib kamu sendiri. Orang-orang bukannya kasian ato simpati sama kamu, tapi malah jadi ga respek. Apalagi kalo sebenernya yang salah itu kamu, bukan orang yang bikin kamu kesel, tapi kamu ga pernah mau sadar itu. Harusnya kamu malu, karena masalah kamu yang seharusnya mungkin bisa diselesaikan baik-baik dengan kepala dingin malah jadi konsumsi publik. Lebih ga etis lagi kalo kaya gitu disaat umurnya udah bukan anak kecil lagi. Apa pantas disebut dewasa kalo attitudenya seperti itu?

More aboutApa pantas disebut dewasa?

matherboard terbaru

Diposkan oleh dewasa masa kini on Sabtu, 31 Desember 2011

ASUS meluncurkan motherboard terbaru AMD berbasis chipset AMD 75 yaitu seri F1A75. Dirancang khusus mengoptimalkan kinerja APU (Accelerated Processing Unit) AMD Llano, motherboard F1A75 Series memiliki kemampuan overclocking yang istimewa dengan APU serbaguna, dengan ragam grafis terintegrasi yang tertanam pada satu die. Seri baru ini juga dilengkapi dengan teknologi dan fitur terbaru dari ASUS, Seperti Dual Intelligent Processors 2 (DIP2) dengan DIGI+ VRM* untuk kendali daya lebih presisi, UEFI BIOS dengan antarmuka grafis dan kendali menggunakan mouse, serta fungsi auto-tuning untuk kinerja lebih baik dengan mudah.
Desain Baru Motherboard ASUS Melengkapi Platform AMD Fusion
ASUS F1A75 Series dirancang dengan teknologi eksklusif DIGI+ VRM dan UEFI BIOS yang paling intuitif. F1A75-V EVO merupakan motherboard socket FM1 pertama di dunia yang mendukung dual x8/x8 PCI-Express untuk AMD CrossFireX™, ditambah seluruh rangkaian motherboard ASUS Seri F1A75 sudah dirancang sejak awal untuk mendukung standar USB 3.0 dan SATA 6Gbps terkini.
Jajaran motherboard ASUS F1A75 Series dengan DIP2, DIGI+ VRM and UEFI BIOS APU AMD Llano
Motherboard ASUS Seri F1A75 berbasis platform chipset terbaru AMD A75 dan socket FM1, yang mendukung APU baru dari AMD. Hal ini mencakup performa terbaik di kelasnya dengan prosesor grafis AMD Radeon™ HD 6000 yang mendukung AMD Dual Graphics. Dengan tambahan GPU Radeon pada PCI-Express mengaktifkan mode Radeon Dual Graphics, yang dapat meningkatkan kinerja hingga 128 persen**.
Prosesor grafis APU Radeon™ menawarkan dukungan teknologi DirectX® 11, OpenCL Direct Compute dan efisiensi energi yang istimewa, ideal bagi hiburan media dan game di rumah, tanpa memerlukan kartu grafis PCI-Express tambahan.
ASUS Dual Intelligent Processors 2 dengan Fitur DIGI+ VRM
Motherboard premium F1A75 Series dilengkapi dengan DIP2, yang memiliki fitur teknologi DIGI+ VRM melengkapi TPU dan EPU. Distribusi daya dengan DIGI+ VRM memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan dan mengendalikan pengaturan daya digital secara presisi sesuai kebutuhan daya yang dibutuhkan APU. Kendali daya digital berbeda dengan kendali daya analog karena dapat mengeliminasi konversi digital-to-analog, sehingga membantu meningkatkan kemampuan overclocking. Hal ini memungkinkan penyesuaian dan pengaturan arus daya secara tepat dengan fungsi tuning yang mudah digunakan, termasuk untuk kendali daya DRAM pada platform AMD. Stabilitas sistem menjadi lebih efisien berkat fungsi pendingin yang cerdas, mencakup kendali suhu bertahap. Untuk kendali sistem keseluruhan, semua fitur dapat diakses baik melalui UEFI BIOS maupun AI Suite II. Software all-in-one ini menawarkan beragam fungsi yang mudah digunakan, tanpa perlu berganti-ganti utilitas dalam Window
More aboutmatherboard terbaru

SOUNDCARD 3D game

Diposkan oleh dewasa masa kini

sennheiser
Jakarta, CHIP.co.idGaming Headset Sennheiser PC 333D G4ME yang kini masuk ke dalam CHIP ini menggunakan sound card G4ME yang dapat menghasilkan suara 7.1 channel surround sound yang didukung oleh Dolby Headphone untuk dapat menentukan suara-suara dari segala arah.
sound card
Sound card yang disediakan oleh gaming headset Sennheiser PC 333D ini mudah digunakan, hanya dengan menggeser slider untuk dapat mengaktifkan Dolgy teknologi Headphone. Headset cukup disambungkan langsung ke sound card dengan pencahayaan indikator berwarna biru terang ketika Dolby diaktifkan.
3.5mm

Interface yang digunakan oleh Sennheiser PC 333D ini menggunakan USB yang dihubungkan pada sound card dengan output 3.5 mm yang berlapis emas.

Kabel untuk sound card PC 333D ini tergolong sangat pendek, maka dari itu Sennheiser menambahkan kabel ekstensi sepanjang satu meter ke dalam paket penjualan Sennheiser PC 333D ini.

Earcup pada Sennheiser PC 333D ini memakai bahan sejenis kulit empuk agar terasa cocok dan nyaman pada saat dipakai pada telinga. Pada bagian headband dapat diperpanjang ukurannya dengan menarik secara perlahan pada saat tidak dipakai.
Headset Sennheiser PC 333D G4ME ini menggunakan tipe stereo tertutup yang dapat meredam suara dari luar headset agar suara headset terdengar lebih jernih. Dengan volume control slider memutar yang terdapat pada bagian kanan earcup, Anda dapat dengan mudah mengatur volume suara.
Pada bagian kiri earcup terdapat microphone yang menggunakan Noise Cancelling untuk mengurangi suara kebisingan dengan berbentuk engsel yang dapat dinaik-turunkan. Pada saat microphone tidak digunakan, cukup menaikkan microphone tersebut, maka secara otomatis microphone akan di nonaktifkan.

More aboutSOUNDCARD 3D game

Membangun Manusia Seutuhnya Menjadi Umat Yang Dewasa

Diposkan oleh dewasa masa kini


Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Ibrani 5:13-14
    
Dunia semakin hari semakin jahat, kesulitan dalam segala hal termasuk sakit penyakit datang silih berganti. Sekarang ini banyak manusia hidup dalam kecemasan dan kekuatiran, dan dunia tidak bisa menjawab segala persoalan tersebut, sebab itu kita memerlukan sesuatu yang dunia tidak bisa berikan, hanya satu jalan, yaitu di dalam nama Yesus Kristus. Berbahagialan orang yang mengandalkan Tuhan, karena tanpa Yesus manusia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sesuatu yang dunia tidak bisa berikan, hanya satu jalan, yaitu di dalam nama Yesus Kristus. Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan, karena tanpa Yesus manusia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebagai orang percaya, kita harus bertumbuh menjadi manusia yang dewasa secara rohani. Kita harus bisa menerima makanan apa saja, bukan hanya makanan bayi yang lembut, tetapi juga makanan yang keras. Sebab, barangsiapa yang masih memerlukan susu, maka dia tidak mengerti ajaran tentang kebenaran. Membangun manusia yang seutuhnya bukanlah hal yang mudah,untuk itu kita harus menjadi orang percaya yang aktif, dengan membaca, mendengar dan melakukan Firman Allah. Seringkali kita melihat orang lain, dan tidak pernah melihat diri sendiri, itu sebabnya Firman Allah bisa kita jadikan cermin, sehingga kita bisa melihat siapa diri kita ini. Orang yang sudah dipulihkan tetapi masih seperti bayi itu tidak normal, ada kelainan. Sebab itu kita harus terus bertumbuh menjadi dewasa dalam rohani. Untuk membangun manusia ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan.
1. KARAKTER
    Karakter kita harus berubah, dari yang tidak baik menjadi yang berkenan kepada Tuhan. Kita harus sungguh-sungguh bertobat, supaya kita bisa meningkat dan menjadi manusia yang dewasa, tidak menjadi anak kecil terus yang hanya memerlukan susu dan selalu minta dilayani.
2. MENDENGAR
    Mendengar itu sangat penting, sebab iman datang dari mendengar akan Firman Allah. Mendengar lebih penting daripada korban. Dan dari itu semua akan timbul kegerakan, sebab tanpa iman tidak akan ada kegerakan.
  
    Orang yang yang bertumbuh dewasa pasti mengalami sebuah proses, seperti bangsa Israel, 40 tahun diproses Tuhan di padang gurun. Dididik agar menjadi manusia yang berkualitas, sebab itu Paulus katakan, jika engkau mendengar Firman Allah, janganlah engkau mengeraskan hatimu. Ketaatan terhadap didikan Allah membuat kita mengerti rencana Allah dalam kehidupan ini. Sebab itu jangan memakai kekuatan kita sendiri (Zak. 4:6), melainkan harus tunduk di hadapan Allah, biarkan Dia yang mengatur langkah-langkah kita, sebab Allah punya program yang besar di dalam kehidupan kita, supaya kita menjadi manusia yang dewasa secara rohani, dan menjadi berkat bagi dunia.
    Dalam pengiringan kita kepada Tuhan, seharusnya kita sudah mencapai targetNya Allah. Ada program-program yang kita siapkan ke depan. Percayalah, bahwa Allah akan turut bekerja dalam kehidupan kita. Dalam Luk. 17:11, diceritakan Yesus dalam perjalananNya ke Yerusalem menyusuri Samaria dan Galilea. Di mana Samaria terkenal dengan perempuan yang berdosa. Kita sekarang ini juga sedang dalam perjalanan ke Yerusalem baru, dan melewati Samaria (bicara tentang banyak godaan dan rintangan), banyak sekali gangguan yang ingin menghancurkan kita. Sebab itu kita jangan lagi seperti anak-anak kecil lagi, kita harus meningkat dewasa, supaya perjalanan kita selamat sampai di Yerusalem baru. Kita harus sungguh-sungguh dalam mengiring Tuhan, jangan seperti sepuluh orang kusta, dari sepuluh hanya satu yang kembali. Karena mereka tidak sungguh-sungguh dan tidak mau mendengar dan tidak mau diubah. Mereka bukan orang kafir, tetapi orang yang sudah percaya kepada Yesus.
    Mengapa Allah harus memproses kita agar menjadi manusia yang dewasa secara rohani? Supaya kita tidak sombong, dan memiliki kasih dalam kehidupan kita. Jangan memiliki kasih seperti Petrus, yang menyangkal Yesus hingga tiga kali. Kasih kita harus bertambah-tambah (Rut. 3:10), meningkat dari hari ke hari, sebab itu mintalah kepada Tuhan agar iman kita ditambahkan (Luk. 17:5), dan hal inilah yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita. Sebab itu di dalam segala perkara, jangan menyerah, bersama Yesus kita melihat perbuatanNya yang ajaib. Dan jangan takut, Dia yang akan gantikan kita berperang melawan musuh, sehingga kita akan melihat kemuliaan allah
More aboutMembangun Manusia Seutuhnya Menjadi Umat Yang Dewasa